Rabu, 27 April 2016

Juventus, mati kemudian menjadi Scudetto !!

Juventus, mati kemudian menjadi Scudetto !1

Dibebankan dengan misi yang sama dengan musim-musim sebelumnya, diawal musim 2015/2016 ini, Il Bianconero memulainya dengan sangat buruk untuk ukuran tim yang berstatus juara bertahan. Apalagi dengan berisikan pemain-pemain bintang seperti Alvaro Morata, Paul Pogba, serta pembelian termahal era presiden Andrea Agnelli, Paulo Dybala membuat Juventus kian tertekan.

Musim 2015/2016 Serie A tetap menjagokan Juventus untuk kembali finis sebagai yang terdepan diakhir musimnya. Namun kenyataan berkata lain, dalam 10 Giornata pertama, Paul Pogba dkk sudah kalah 4 kali dan hanya mampu mengoleksi 12 poin dalam 12 laga pertamanya di Serie A. Bahkan tim asuhan Massimiliano Allegri ini tertinggal cukup jauh atas Intef Milan yang kala itu memuncaki klasmen sementara Serie A.

Tak ada yang menyangka memang jika Juve yang tampil begitu gahar dalam 4 musim terakhir harus terseok-seok diawal musim hingga pertengahan musim. Dan terkait hasil buruk yang didapat oleh Gigi Buffon cs membuat mereka dianggap telah tersingkir dalam persaingan perebutan Scudetto musim 2015/2016.

Beruntung, kondisi mencekam yang menyelimuti kubu La Vecchia Signora mampu diatasi oleh Allegri. Memasuki paruh kedua musim tersebut, tim yang dibangun oleh Antonio Conte ini "menggila" dengan mengemas 15 kemenangan beruntun sebelum akhirnya ditahan imbang oleh Bologna dan tak terkalahkan sejak giornata ke-11 hingga pekan ke-35, dengan rincian 24 kemenangan dan 1 hasil imbang.

Juventus akhirnya kembali menapaki kakinya di podium juara Serie A musim 2015/2016 yang merupakan yang kelima dalam 5 tahun belakangan meski masih ada 3 giornata tersisa. Perjalanan dramatis Gianluigi Buffon dkk jelas patut diacungi jempol, mengingat buruknya start awal mereka, bangkit pada pertengahan hingga akhir musim dan memastikan trophy Scudetto kembali ke kota Turin.